• Edisi Cetak Terbaru


Sosok

Adam Malik

2010-07-12

Si Kancil Pengubah Sejarah

Ia merupakan personifikasi utuh dari kedekatan antara diplomasi dan media massa. Jangan kaget, kalau pria otodidak yang secara formal hanya tamatan SD (HIS) ini pernah menjadi Ketua Sidang Majelis Umum PBB ke-26 di New York dan merupakan salah satu pendiri LKBN Antara. Kemahirannya memadukan diplomasi dan media massa menghantarkannya menimba berbagai pengalaman sebagai duta besar, menteri, Ketua DPR hingga menjadi wakil presiden.

Sang wartawan, politisi, dan diplomat kawakan, putera bangsa berdarah Batak bermarga Batubara, ini juga dikenal sebagai salah satu pelaku dan pengubah sejarah yang berperan penting dalam proses kemerdekaan Indonesia hingga proses pengisian kemerdekaan dalam dua rezim pemerintahan Soekarno dan Soeharto.Selengkapnya..

Dr.(H.C.) Drs. H. Mohammad Hatta

2010-05-10

Dr.(H.C.) Drs. H. Mohammad Hatta (populer sebagai Bung Hatta, lahir di Bukittinggi, Sumatera Barat, 12 Agustus 1902 – meninggal di Jakarta, 14 Maret  1980 pada umur 77 tahun) adalah pejuang, negarawan, dan juga Wakil Presiden Indonesia yang pertama.

Nama yang diberikan oleh orangtuanya ketika dilahirkan adalah Muhammad Athar. Hatta lahir dari keluarga ulama Minangkabau, Sumatera Barat. Ia menempuh pendidikan dasar di Sekolah Melayu, Bukittinggi, dan pada tahun 1913-1916 melanjutkan studinya ke Europeesche Lagere School (ELS) di Padang. Saat usia 13 tahun, Selengkapnya..

Prof. Dr.Ing. Dr. Sc.h.c. Bacharuddin Jusuf Habibie

2010-03-05

Sosok Manusia Multidimensional


Mantan Presiden RI Ketiga, Si Jenius ilmuwan konstruksi pesawat terbang, ini selalu menjadi berita hangat . Pada masa emas kejayaan dengan segudang jabatan diemban, dialah manusia paling multidimensional di Indonesia. Ia manusia cerdas ajaib yang sempat menghadirkan selaksa harapan kemajuan teknologi demi kejayaan negeri ini.

Agak aneh, memang, anak bangsa yang satu ini. Dia hanya setahun kuliah di ITB Bandung, 10 tahun kuliah hingga meraih gelar doktor konstruksi pesawat terbang di Jerman dengan predikat Summa Cum laude. Lalu bekerja di industri pesawat terbang terkemuka MBB Gmbh Jerman, sebelum memenuhi panggilan Presiden Soeharto untuk kembali ke Indonesia.

Di Indonesia dia 20 tahun menjabat Menteri Negara Ristek/Kepala BPPT, memimpin 10 perusahaan BUMN Industri Strategis, dipilih MPR menjadi Wakil Presiden RI, dan disumpah oleh Ketua Mahkamah Agung menjadi Presiden RI menggantikan Presiden RI ke-2 Soeharto
Selengkapnya..

Prof. Dr. Sofyan Syafri Harahap

2010-02-08

Beberapa lalu, Majalah Ekonomi Syariah berkesempatan melakukan wawancara dengan Prof. Dr. Sofyan S. Harahap, guru besar bidang Akuntansi di Universitas Trisakti, Wakil Dekan I Universitas Trisakti, ketua program Islamic Economics and Finance Universitas Trisakti, Ketua Program Magister Akuntansi  Universitas Trisakti dan beliau juga menjabat sebagai Direktur Pusat Studi Ekonomi Syariah Universitas Trisakti, yang baru- baru ini memperoleh penghargaan syariah Award dari Majalah Investor sekaligus sebagai salah satu pakar ekonomi syariah di Indonesia yang sangat konsen dalam sosialisasi ekonomi syariah di berbagai kalangan, menjadikan pria berusia 53 tahun ini cukup dikenal kiprahnya baik dikalangan internal Universitas Trisakti maupun masyarakat umum yang terlibat dalam catatan panjang karir dan program terkait ekonomi syariah yang telah, sedang, dan akan digulirkannya.Selengkapnya..

Khursid Ahmed

2009-10-05

Siapa yang tidak kenal dengan KKhursid Ahmed dalam daftar nama- nama pelopor Ilmu Ekonomi Islam. Dia telah dikenal luas dan menjadi penggerak berbagai kegiatan yang mengangkat Ekonomi Islam ini kepermukaan lanskap internasional. Dialah yang menggagas konferensi Islam pertama tentang Ekonomi Islam di Jeddah yang sampai sekarang terus dilaksanakan

Sebagai mantan menteri keuangan dia banyak mendalami ekonomi Islam baik teori maupun praktek. Buku- bukunya tentang ekonomi Islam, perbankan, bunga dan topik lainnya sungguh banyak sekali. Sehingga Khursid Ahmed banyak dianugrahi gelar Doktor Honoris Causa dari berbagai universitas, termasuk dari Eropa seperti dari Loughbourough University, UK.

Dalam usianya yang semakin tua, Khursid Ahmed masih tetap gigih berjuang. Saat ini dia memimpin The Islamic Foundation yang bermarkas di UK yang menerbitkan beberapa buku tentang Islam dan melaksanakan berbagai kegiatan dakwah di UK termasuk lembaga MIHE yang menawarkan program Master dan Ph.D serta sertifikasi bidang ekonomi, keuangan perbankan Islam serata kajian Islam lainnya.

Selengkapnya..