Sosok

Adam Malik

2010-07-12

Si Kancil Pengubah Sejarah

Ia merupakan personifikasi utuh dari kedekatan antara diplomasi dan media massa. Jangan kaget, kalau pria otodidak yang secara formal hanya tamatan SD (HIS) ini pernah menjadi Ketua Sidang Majelis Umum PBB ke-26 di New York dan merupakan salah satu pendiri LKBN Antara. Kemahirannya memadukan diplomasi dan media massa menghantarkannya menimba berbagai pengalaman sebagai duta besar, menteri, Ketua DPR hingga menjadi wakil presiden.

Sang wartawan, politisi, dan diplomat kawakan, putera bangsa berdarah Batak bermarga Batubara, ini juga dikenal sebagai salah satu pelaku dan pengubah sejarah yang berperan penting dalam proses kemerdekaan Indonesia hingga proses pengisian kemerdekaan dalam dua rezim pemerintahan Soekarno dan Soeharto.Selengkapnya..

  • Edisi Cetak Terbaru


Wisata

Masjid Tua Palopo, Objek Wisata dengan Empat Unsur Budaya.

2009-10-05

Belum tepat rasanya, jika mengunjungi daerah Palopo di propinsi Sulawesi Selatan. Tetapi belum menginjakan kaki di mesjid tua Palopo. Mesjid yang dikenal sebagai alat pemersatu masyarakat di Sulawesi Selatan ini merupakan tempat ibadah bagi pemeluk agama islam yang memiliki keunikan arsitektur bangunan karena dibangun dengan empat unsur kebudayaan yang membuat banguanan kokoh ini tampak menarik untuk djadikan objek wisata bagi masyarakat Sulawesi atau pengunjung dari daerah lainnya. Masjid ini terletak 390 km sebelah utara Kota Makasar.

Ukuran bangunan Masjid Tua Palopo yaitu 11,9m x 11,9 m dengan tinggi 3,64 m dan tebal dindingnya 0,94 m yang terbuat dari batu cadas yang direkatkan dengan putih telur. Dibangun sekitar tahun 1604 M oleh seorang ulama Sumatra Barat yang bernama Datuk Sulaiman, bergelar Datuk Pattimang. Dinamakan Masjid Tua Palopo karena usianya memang sudah cukup tua dan letaknya tepat di Kota Palopo. Menurut sejarah setempat, mesjid ini berdiri pada masa kejayaan Kerajaan Luwu yang mencapai kejayaannya pada masa kekuasaan Datu Payung Luwu XVI Payi Pasaung Toampanangi, Sultan Abdullah Matinroe.

Masjid Tua Palopo memiliki empat unsur kebudayaan bangunannya. Unsur pertama dibangun dengan keunikan budaya lokal setempat yaitu Bugis. Dmana keseluruhan struktur mesjid memiliki tiga susun dengan konsep rumah panggung yang memang kental dalam kehidupan masyarakat Indoesia sejak dulu. Ksep tigasusun inipun terstruktur pada bagia- baaian lainnya, misalnya pada atap dan hiasan masjid yang tersusun menjadi tiga, tiang penyangga terdiri dari tiga susun (Pallanga, Alliri Possi, Soddu), kemudian ada pula dinding tiga susun yang berbentuk pelipit atau gerigi, pewarna tiang bangunan pula terdiri dari tiga susun warna yang berurutan (hijau, putih, cokelat). Inilah salah satu hal yang menarik dari arsitektur lokal Bugis yang nampak pada bangunan Masjid Tua Palopo. Selangkapnya... dapat dilihat di MES edisi Oktober 2009...