SosokProf. Dr.Ing. Dr. Sc.h.c. Bacharuddin Jusuf Habibie2010-03-05
|
KolomPelajaran dari Hasil Pemilihan Presiden 20092009-10-05
Terlepas dari tuduhan dari sementara pihak seolah- olah hasil sudah diatur sistemik serta tuduhan bahwa terjadi banyak pelangaran dalam proses pemilihan ini kita akan menjadikan hasil quick count itu sebagai pelajaran dan dasar analisa. kenapa hasilnya demikian? ada beberapa alasan yang mungkin dapat menjawabnya. (1). Hubungan antara dana kampanye dan hasil suara. Kendatipun belum diteliti secara mendalam namun menurut pengamatan dan pengalaman di Luar Negari ada korelasi positif antara jumlah dana yang dikucurkan untuk pemilu dengan jumlah suara pemilu. Dalam dunia yang serba canggih ini dengan teknologi yang modern maka "swing voter" yang jumlahnya sangat besar dalam pilpres ini banyak tergantung pada media promosi atau iklan (audio visual, cetak, kaus, emblem, dll). Promosi da iklan bisa menggiring voters untuk memilih dengan berbagai cara, trik, teknik, pidato, janji, show of force dan sebagainya. untuk membuat media yang menarik dan efektif maka uanglah faktornya. Uang bukan saja laku untuk bayar iklan dan bentuk promosi lainnya tetapi juga bisa berbentuk sumbangan, bantuan, baik langsung atau melalui objek tertentu lainnya. Apakah ini disebut sebagai money politics atau tidak bukan wewenang tulisan ini. Dana kampanye yag dimaksud disini bukanlah dana kampanye yang dilaporkan saja ke KPU tetapi semua dana yang digunakan untuk kegiatan kampanye sejak dahulu sampai sekarang, bukan saja untuk promosi langsung tetapi juga untuk yang tidak langsung. Dari fakta yang kita lihat amati dan laporan ICW yang paling besar dana kampanyenya adalah pemenang pilpres itu atau SBY- Boediono. Selengkapnya.. dapat dilihat di MES edisi Oktober 2009...
BERITA LAINNYA
|