Sosok

Adam Malik

2010-07-12

Si Kancil Pengubah Sejarah

Ia merupakan personifikasi utuh dari kedekatan antara diplomasi dan media massa. Jangan kaget, kalau pria otodidak yang secara formal hanya tamatan SD (HIS) ini pernah menjadi Ketua Sidang Majelis Umum PBB ke-26 di New York dan merupakan salah satu pendiri LKBN Antara. Kemahirannya memadukan diplomasi dan media massa menghantarkannya menimba berbagai pengalaman sebagai duta besar, menteri, Ketua DPR hingga menjadi wakil presiden.

Sang wartawan, politisi, dan diplomat kawakan, putera bangsa berdarah Batak bermarga Batubara, ini juga dikenal sebagai salah satu pelaku dan pengubah sejarah yang berperan penting dalam proses kemerdekaan Indonesia hingga proses pengisian kemerdekaan dalam dua rezim pemerintahan Soekarno dan Soeharto.Selengkapnya..

  • Edisi Cetak Terbaru


Laporan Khusus

Kepemimpinan Dalam Islam

2009-06-20

“Dan jadikanlah kami sebagai Imam (pemimpin) bagi orang- orang yang bertaqwa” (QS. Al- Furqan : 74)

 

Dewasa ini Islam memiliki banyak pandangan dan pendapat mengenai kepemimpinan. Wacana kepemimpinan yang berkembang ini, diawali setelah baginda Rasulullah SAW wafat. Masyarakat Islam telah terbagi- bagi kedalam banyak kelompok atau golongan. Kelompok- kelompok Islam ini terkadang satu sama lain saling menyalahkan atau bahkan mengkafirkan.

 

Perihal mengenai kepemimpinan dalam Islam merupakan wacana yang selalu menarik untuk didiskusikan. Wacana kepemimpinan dalam Islam ini sudah ada dan berkembang, tepatnya pasca Rasulullah SAW wafat. Wacana Kepemimpinan ini timbul karena sudah tidak ada lagi Rasul atau Nabi setelah Nabi Muhammad SAW wafat.

 

Dalam Firman Allah SWT dikatakan bahwa Al- Quran itu sudah bersifat final dan tidak dapat diubah- ubah lagi. Sehingga Rasulullah SAW adalah pembawa risalah terakhir dan penyempurna dari risalah- risalah sebelumnya. “Telah sempurnalah kalimat Tuhanmu (Al- Quran) sebagai kalimat yang benar dan adil. Tak ada yang dapat mengubah kalimat- kalimat- Nya.” (QS. Al- An’am : 115).

 

Tidaklah mungkin akan ada seorang Nabi baru setelah Rasulullah SAW. Karena ketika ada seorang nabi baru setelah Muhammad SAW maka akan ada suatu risalah baru sebagai penyempurna risalah sebelumnya, sehingga artinya Al- Quran tidaklah sempurna dan Allah menjadi tidak konsisten terhadap pernyataannya yang Ia, sebutkan dala ayat diatas..

Selengkapnya baca Majalah Ekonomi Syariah edisi Juni 2009.