Sosok

Adam Malik

2010-07-12

Si Kancil Pengubah Sejarah

Ia merupakan personifikasi utuh dari kedekatan antara diplomasi dan media massa. Jangan kaget, kalau pria otodidak yang secara formal hanya tamatan SD (HIS) ini pernah menjadi Ketua Sidang Majelis Umum PBB ke-26 di New York dan merupakan salah satu pendiri LKBN Antara. Kemahirannya memadukan diplomasi dan media massa menghantarkannya menimba berbagai pengalaman sebagai duta besar, menteri, Ketua DPR hingga menjadi wakil presiden.

Sang wartawan, politisi, dan diplomat kawakan, putera bangsa berdarah Batak bermarga Batubara, ini juga dikenal sebagai salah satu pelaku dan pengubah sejarah yang berperan penting dalam proses kemerdekaan Indonesia hingga proses pengisian kemerdekaan dalam dua rezim pemerintahan Soekarno dan Soeharto.Selengkapnya..

  • Edisi Cetak Terbaru


Laporan Utama

Dari International Muamalah Summit 2008

2008-11-12

Dengan tema "Unlocking Market for Sharia Financial Services Industry in The Global Market and Indonesia Market as Well"  dengan tujuan memajukan jasa keuangan syariah di Tanah Air.

 

Acara yang diselenggarakan di Gedung Gran Melia Jakarta,    dengan Pembicara dari luar dan  dalam negeri diantaranya : Dr. Mulya Siregar, Head of Islamic Bank Researc, Development & Regulation Bureu Islamic Banking Directorate; Dr. Ahmad Fuad Rahmany, Head of BAPEPAM-LK DEPKEU RI ; Ismi Kushartanto, Head of Syariah Division, PT BNI Tbk.; Maryana Yunus, Financial Deputy Division, PT Bank Syariah Mega Indonesia Mahmoud Absuhamma, Senior VP, Head of HSBC Amanah Syariah IndonesiaHannawijaya, Director, PT Bank Syariah Mandiri, Ir. Isa Rachmatawrata, M.Math, Head of Insurance Bureu, Ministry of Finance, Republik of Indonesia, Ismail Mahbab, CEO MNRB Re-Takaful, Malaysia, Syed Maheed Syed bin Syed Kamarulzaman, President & CEO, Takaful Ikhlas Sdn Bhd, Malaysia.dll. Sessi 2 di moderatoratori : Prof. Dr. Sofyan Syafri Harahap, Head of Masyarakat Ekonomi Syariah.

Walaupun ada sedikit gangungan yang membuat acara sempat terhenti dan peserta seminar berlari keluar gedung karena ada kebakaran yang membuat panik semua pihak, setelah kebakaran bisa teratasi acara dilanjutkan kembali. Salah seornag Pembicara, Senior VP, Head of HSBC Amanah Syariah Indonesia  Mahmoud Absuhamma mengatakan Pemerintah kurang peduli dengan Syariah, tetapi Syariah tetap bisa eksis dan menguntungkan misalnya tentang peratuan perpajakan, aturan pengembangan produk, dan produk produk lainnya yang sangat lamban proses perizinannya. Hanna Wijaya, Director, PT Bank Syariah Mandiri (BSM) mengungkapkan Bank Syariah untuk 5 – 10 tahun yang akan datang akan bisa menguasai separuh pasar perbankan. Kami tidak pernah berhenti untuk membuka outlet dan Channel Distribusi/ Jaringan, teknologi harus lebih canggih jangan sampai ketinggalan dengan bank konvensional, pelayanan memuaskan. Seperti pengalaman membuka cabang di daerah Semalue, ketika itu jumlah kendaraan bermotor saja baru 3, tetapi BSM tetap buka dan saat ini kami telah mendapatkan jumlah nasabah lebih besar dibandingkan dengan bank konvensional di Simalue. Kami melakukan pendekatan pada Pemda setempat dan melakukan 4 hal untuk setiap unit kerja cabang  yaitu : penguatan aspek Financial,  memberikan Services prima, Kepatuhan kepada aturan BI dan syariah, dan melakukan  Efisiensi. Dan BSM mengembangkan E-Learning untuk marketingnya, jadi untuk kedepan Bank Syariah dapat bersejajar dengan bank-bank konvensional yang ada di negera kita ini. Acara tersebut tidak hanya membahas tentang industri asuransi syariah, tetapi juga perbankan syariah dan investasi syariah. (DS).