Sosok

Adam Malik

2010-07-12

Si Kancil Pengubah Sejarah

Ia merupakan personifikasi utuh dari kedekatan antara diplomasi dan media massa. Jangan kaget, kalau pria otodidak yang secara formal hanya tamatan SD (HIS) ini pernah menjadi Ketua Sidang Majelis Umum PBB ke-26 di New York dan merupakan salah satu pendiri LKBN Antara. Kemahirannya memadukan diplomasi dan media massa menghantarkannya menimba berbagai pengalaman sebagai duta besar, menteri, Ketua DPR hingga menjadi wakil presiden.

Sang wartawan, politisi, dan diplomat kawakan, putera bangsa berdarah Batak bermarga Batubara, ini juga dikenal sebagai salah satu pelaku dan pengubah sejarah yang berperan penting dalam proses kemerdekaan Indonesia hingga proses pengisian kemerdekaan dalam dua rezim pemerintahan Soekarno dan Soeharto.Selengkapnya..

  • Edisi Cetak Terbaru


Editorial

Mewujudkan Janji Kampanye

2009-10-05

Setelah sempat digugat ke Mahkamah Konstitusi, akhirnya selasa (18/8) lalu Komisi Pemilihan Umum menetapkan pasangan Susilo Bambang Yudhoyono- Boediono sebagai presiden dan wakil presiden terpilih 2009- 2014. Dengan demikian setelah dilantik 20 Oktober nanti, pasangan yang sempat menuai kontroversi ini tibalah saatnya mewujudkan janji- janji kampanyenya.

Seperti diketahui, dalam kampanye akbarnya di Gelora Bung Karno, Jakarta, Sabtu (4/7), SBY melotarkan lima agenda dan 15 prioritas kerja yang merupakan patokan bagi rakyat pemberi mandat untuk menuntut janji di kemudian hari. Selama lima tahun, agenda dan prioritas itu dijanjikan akan dipenuhi.

Kelima agenda itu adalah peningkatan ekonomi dan kesejahteraan rakyat, pembangunan pemerintahan yang bersih dan berwibawa, penguatan demokrasi dan menghormati hak- hak manusia, penegakan hukum dan pemberantasan korupsi, serta pembangunan yan adil dan merata.

Adapun 15 prioritas yang dijanjikan SBY dalam kampanye terakhirnya itu antara lain : pertumbuhan ekonomi minimal 7 persen, penurunan angka kemiskinan hingga 10 persen, dan penurunan angka pengangguran hingga 6 persen. Menurut SBY, kunci sukses lima agenda dan 15 prioritas tersebut karena Boediono adalah orang yang lurus, pekerja keras dan menguasai ekonomi.

Memang tidak sedikit yang meragukan kemapuan pasangan SBY- Boediono dalam melaksanakan janji- janji kampanye tersebut. Direktur Eksekutif Reform Institute, Yudi Latif, misalnya, tidak begitu yakin kalau SBY- Boediono akan berani membuat terobosan dalam menjalankan pemerintahannya, seperti menegosiasikan kembali kontrak karya dan utang luar negeri. Sebab, pasangan ini termasuk pemimpin yang lebih suka bermain aman. Selain itu, penerapan kebijakan tersebut akan melibatkan kekuatan kapital internasional. Selengkapnya... dapat dilihat di MES edisi Oktober 2009...